Chrisye - Galih dan Ratna

Dua sejoli, menjalin cinta
Cinta bersemi dari SMA
Galih dan Ratna, mengikat janji
Janji setia, setia abadi

Oh Galih oh Ratna
Cintamu abadi
Wahai galih duhai Ratna
Tiada petaka merenggut kasihmu

Dua sejoli, menjalin cinta
Cinta bersemi dari SMA
Galih dan Ratna, mengikat janji
Janji setia, setia abadi

Oh Galih oh Ratna
Cintamu abadi
Wahai galih duhai Ratna
Tiada petaka merenggut kasihmu

Dua sejoli, menjalin cinta
Cinta bersemi dari SMA
Galih dan Ratna, mengikat janji
Janji setia, setia abadi

Oh Galih oh Ratna
Cintamu abadi
Wahai galih duhai Ratna
Tiada petaka merenggut kasihmu [3x]

Rafika Duri - Kekasih

Dimana dimasa kini
Cinta putih susah di cari
Tanyakan hatimu, lupakan egomu
Jangan biarkan kasih berlalu

Mengapa kau pergi lagi
Meninggalkan kasih sendiri
Tiada alasan juga tiada pesan
Kau tega oh sungguh kau tega

Jangan sampai kau terlena
Seperti diriku yang dulu
Jangan biarkan dia pergi
Nanti kau kan menyesal jua
Dia irama hidupmu
Mohon maaf kembali padanya

Kekasih, tiada duanya
Jangan sia-siakan dia
Kharisma cintanya suci tak bernoda
Yang di dambakan semua insan

Jangan sampai kau terlena
Seperti diriku yang dulu
Jangan biarkan dia pergi
Nanti kau kan menyesal jua
Dia irama hidupmu
Mohon maaf kembali padanya

Jangan sampai kau terlena
Seperti diriku yang dulu
Jangan biarkan dia pergi
Nanti kau kan menyesal jua
Dia irama hidupmu
Mohon maaf kembali padanya

Lolla Pitaloka - Curiga


Malam ini kau pulang kantor
Ku lihat ada gincu merah di dasimu
Bau parfum merah yang sering kau pakai
Curiga aku jadi curiga

Seringkali kau buat alasan
Terlambat pulang karna banyak pekerjaan
Katanya kau rapat, katanya kau lembur
Mengapa aku s’lalu percaya

Di dompetmu aku temukan sepucuk surat cinta
Di sakumu ada karcis binaria
Di mobilmu aku temukan sapu tangan wanita
Satu nama terukir disana

Katakanlah sejujurnya
Untuk apa kau bersandiwara
Sepandainya kau simpan dusta
Akhirnya tercium juga

Spoken :
“Sayang, ku akui, aku memang sering terlambat pulang
Tetapi bukan karna ada yang lain di hati ini
Mengapa engkau harus ragukan cintaku
Percayalah, aku slalu mencintaimu”

Seringkali kau buat alasan
Terlambat pulang karna banyak pekerjaan
Katanya kau rapat, katanya kau lembur
Mengapa aku s’lalu percaya

Di dompetmu aku temukan sepucuk surat cinta
Di sakumu ada karcis binaria
Di mobilmu aku temukan sapu tangan wanita
Satu nama terukir disana

Katakanlah sejujurnya
Untuk apa kau bersandiwara
Sepandainya kau simpan dusta
Akhirnya tercium juga