Gesang - Jembatan merah

Jembatan merah sungguh gagah
Berpagar gedung indah
Sepanjang hari yang melintasi
Silih berganti

Mengenang susah hati patah
Ingat jaman berpisah
Kekasih pergi sehingga kini
Belum kembali

Biar jembatan merah andainya patah
Aku pun bersumpah
Akan ku nanti dia disini
Bertemu lagi

Jembatan merah sungguh gagah
Berpagar gedung indah
Sepanjang hari yang melintasi
Silih berganti

Mengenang susah hati patah
Ingat jaman berpisah
Kekasih pergi sehingga kini
Belum kembali

Biar jembatan merah andainya patah
Aku pun bersumpah
Akan ku nanti dia disini
Bertemu lagi

Widyawati - Potret kekasih

Potretmu kasih kau kirimkan padaku
Dari rantau sana
Kata nan mesra tulisan tangan
Untuk dinda tercinta

Setahun kini usai sudah
Setahun penuh dendam rindu
Potretmu jua pelipur lara
Kawan yang setia

Dimana juga aku berada
Kemanapun ku pergi
Potretmu slalu ku bawa serta
Tak pernah berpisah

Walaupun potret usang sudah
Ku simpan dan ku belai sayang
Takkan ku buang begitu saja
Sampai masa datang

Potretmu jua pelipur lara
Kawan yang setia

Dimana juga aku berada
Kemanapun ku pergi
Potretmu slalu ku bawa serta
Tak pernah berpisah

Walaupun potret usang sudah
Ku simpan dan ku belai sayang
Takkan ku buang begitu saja
Sampai masa datang

Iklim - Bukan aku tak cinta

Saat kita berpisah
Kau pegang erat tanganku
Sepertinya tak merelakan kepergianku
‘tuk meninggalkanmu

Dermaga saksi bisu
Waktu ku kecup keningmu
Perlahan kau lepaskan pegangan tanganku
Aku lihat kau menangis

Lambaian tanganmu
Masih ku ingat selalu
Itu yang terakhir
Ku melihat dirimu

Sudah sering kau kirim surat
Namun tak pernah aku jawab
Lalu ku kirimkan undangan
Agar kau tak berharap

Bukannya aku tak tega
Bukan pula aku tak cinta
Karena orang tua yang tak merestui
Cinta kita..

Lambaian tanganmu
Masih ku ingat selalu
Itu yang terakhir
Ku melihat dirimu

Sudah sering kau kirim surat
Namun tak pernah aku jawab
Lalu ku kirimkan undangan
Agar kau tak berharap

Bukannya aku tak tega
Bukan pula aku tak cinta
Karena orang tua yang tak merestui
Cinta kita..

Dermaga saksi bisu
Waktu ku kecup keningmu
Perlahan kau lepaskan pegangan tanganku
Aku lihat..., kau menangis...