Rita Effendi - Saling setia

Kasih.., jangan kau ragukan
Tataplah kedua mataku
Bimbang hati ini yang mudah terayun
Berlabuhlah kini disisimu..

Kasih.., usah kau gelisah
Gapai jemari tanganku
Resah jiwa ini penuh tanda tanya
Berdamailah sudah disampingmu

Tak mungkin cinta kita terkikis
Bila kita berdua saling menjaga
Sayangku tak akan hati kita terbelah
Selama kita berdua saling setia
Oh kasih..

Kasih.., perlukah bertanya
Rangkul lah, peluklah diriku
Seribu warna impian yang hampir memudar
Bersemilah kini bersama dirimu

Tak mungkin cinta kita terkikis
Bila kita berdua saling menjaga
Sayangku tak akan hati kita terbelah
Selama kita berdua saling setia
Kasih.. cinta kita kan selalu
Abadi selama kita saling cinta saling setia

Oh tak mungkin cinta kita terkikis
Bila kita berdua saling menjaga
Oo tak akan hati kita terbelah
Selama kita berdua saling setia

Ebiet G Ade - Apakah ada bedanya

Apakah ada bedanya
Hanya diam menunggu
Dengan memburu bayang-bayang
Sama-sama kosong

Ku coba tuang ke dalam kanvas
Dengan garis dan warna warni
Yang ku rindu

Apakah ada bedanya
Bila mata terpejam
Pikiran jauh mengembara
Menembus batas langit

Cintamu telah membakar jiwaku
Harum aroma tubuhmu
Menyumbat kepala dan pikiranku

Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
Di menara langit halilintar bersabung
Aku merasa tak terlindung terbakar kegetiran

Cinta yang ku beri sepenuh hatiku
Entah yang ku terima aku tak peduli
Aku tak peduli
Aku tak peduli

Apakah ada bedanya
Ketika kita bertemu
Dengan saat kita berpisah
Sama-sama nikmat

Tinggal bagaimana kita menghayati
Di belahan jiwa yang mana kiat sembunyikan
Dada yang terluka duka yang tersayat
Rasa yang terluka

Gombloh - Apel

Apel pertama kali, aku malu-malu
Apel kedua kali, ku pasang strategi
Ku pegang tanganmu sambil ku bercerita
Huu melambung anganku

Apel di lain hari, ku makin berani
Apel di malam itu, ku coba merayu
Andaikan dirimu memperbolehkan aku
Huu ku cium pipimu

Engkau memandangku
Dan seakan tak percaya
Kau tertawa lirih
Berdiri sambil berkata, “Aku, sudah, gila”

Andaikan dirimu memperbolehkan aku
Huu ku cium pipimu

Engkau memandangku
Dan seakan tak percaya
Kau tertawa lirih
Berdiri sambil berkata, “Aku, sudah, gila”

Aduh mau pingsan aku
Dimana mukaku
Aduh, mimpi apa aku
Engkau kan begitu

Dengan muka lesu ku pulang ke rumahku
Huu sialnya diriku
Huu tololnya diriku
Huu gagalnya cintaku
Huu sialnya diriku